Margono : Kami Menemukan Adanya Indikasi Pelanggaran Dalam Penyaluran LPG 3 Kg Kepada Masyarakat

HARIANPPU.ID, PENAJAM– Kelangkaan LPG 3 Kg yang terjadi baru-baru ini di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur menjadi perhatian khusus Penjabat (Pj) Bupati PPU Makmur Marbun.

Ia pun menginstruksikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten PPU untuk melakukan pengawasan dan melaporkan situasi di lapangan dalam penyaluran LPG 3 Kg ke agen atau pangkalan diwilayah itu.

Read More

Kasatpol PP Kabupaten PPU Margono Hadi Sutanto mengatakan saat pihaknya melakukan pengawasan  ia menemukan fakta dilapangan adanya indikasi kelalaian atau pelanggaran yang dilakukan oknum agen atau pangkalan resmi.

“Memang ada indikasi pelanggaran atau oknum pangkalan yang nakal yang kami temukan saat melakukan pengawasan di lapangan,” tegas Margono kepada Harianppu.id , Selasa (09/01/2023).

Pelanggaran yang dimaksud dijelaskan Margono ada sejumlah agen atau pangkalan resmi di wilayah Kabupaten PPU menjual LPG 3 Kg diatas harga eceran tertinggi (HET) kepada masyarakat, menjual LPG 3 Kg kepada pengecer serta tidak menerapkan aturan pembelian LPG 3 Kg menggunakan KTP atau KK.

“Ada sejumlah agen resmi melakukan pelanggaran dengan menjual lpg 3 kg diatas het. Ada juga menjual kepengecer. Bahkan ada pula yang tidak menjalankan sop atau tidak menerapkan pembelikan menggunakan kk dan ktp sehingga distribusi lpg 3 kg kemasyarakat berpotensi tidak tepat sasaran” bebernya.

Pihaknya juga telah melaporkan hasil temuan yang diduga pelanggaran itu kepada pimpinan yakni Pj Bupati PPU untuk disampaikan kepada pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terkait pemberian sanksi.

Diketahui PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan akan memberlakukan langkah tegas berupa penutupan terhadap agen atau pangkalan jika ditemukan adanya kelalaian dalam penyaluran LPG 3 Kg kepada masyarakat di Kabupaten PPU.

Baca Juga :  Pertamina Ancam Tutup Agen Pangkalan Bila Lalai Menyalurkan LPG 3 Kg di PPU

Hal ini ditegaskan Area Manager Communication, Relation & CSR Kalimantan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Arya Yusa Dwicandra usai Penjabat (Pj) Bupati PPU Makmur Marbun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen dan pangkalan LPG di wilayah Kabupaten PPU.

“Kami menghimbau kepada seluruh mitra pangkalan atau agen resmi untuk selalu menyediakan lpg 3 kg ke masyarakat. Jika ditemukan adanya kelalaian di pangkalan resmi maka bukan tidak mungkin akan diberikan sanksi hingga pemutusan hubungan usaha pangkalan lpg,” tegas Arya Yusa Dwicandra kepada https://www.harianppu.id , Senin (08/01/2023).

a juga memohon kepada masyarakat untuk memberikan informasi dari masyarakat menghubungi kontak PT Pertamina melaui Call Center 135  untuk melaporkan kendala stok LPG 3 kg di lapangan.

“Masyarakat bisa melaporkan jika ada kendala stok lpg 3 kg dilapangan dengan menghubungi call center 135 pertamina,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kekurangan pelayanan penyaluran LPG 3 kg bersubsidi di wilayah PPU.

Pertamina menyalurkan LPG 3 Kg setiap hari, dari data yang ada untuk periode 2 – 7 Januari 2024 sudah disalurkan sebanyak 92 MT, atau rata-rata sekitar 18,4 MT per hari atau sekitar 6.130 tabung per hari.

Optimalisasi di lapangan terus pihaknya lakukan terutama kepada pangkalan-pangkalan resmi Pertamina salah satunya dengan penerapan DPT (daftar penerima tetap) di masing-masing pangkalan.

“Kami juga mewajibkan setiap pangkalan untuk menyediakan lpg non subsidi sebagai subtitusi seandainya ada kendala stok lpg 3 kg subsidi di pangkalan tersebut,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi sementara kendala pasokan LPG 3 kg di PPU, Pertamina bersama Pemkab PPU akan melaksanakan operasi pasar di 9 keluarahan yang ada di PPU sampai tanggal 18 Januari 2024 mendatang. (ADVERTORIAL)

 

Related posts