Yusuf Mustafa: Penanganan Banjir Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Warga

HARIANPPU.ID, Samarinda – Sebagai salah satu kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), Kota Balikpapan menghadapi tantangan serius dalam penanganan banjir. Ancaman genangan air yang kerap terjadi setiap musim hujan menjadi persoalan mendesak yang harus diselesaikan secara kolaboratif oleh seluruh elemen pemerintah, legislatif, dan masyarakat.

Yusuf Mustafa, Anggota Komisi I DPRD Kaltim, menilai langkah Pemerintah Kota Balikpapan membangun bosem (kolam retensi) seluas 10 hektare merupakan bentuk keseriusan dalam mengendalikan banjir. Namun ia menekankan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.

“Pemerintah sudah melakukan langkah nyata, tapi masyarakat juga harus peduli. Tanpa kerja sama, hasilnya tidak akan maksimal,” ucap Yusuf.

Ia menambahkan bahwa banjir yang terjadi beberapa waktu lalu diperparah oleh kombinasi hujan deras dan pasang air laut. Meski air mulai surut setelah hujan berhenti, kondisi tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur drainase masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga :  Hasanuddin Mas’ud Pimpin KKMSB Kaltim Periode 2025–2030

Selain membangun bosem, Pemkot Balikpapan juga merencanakan perbaikan sistem drainase secara bertahap. Yusuf menyebut proyek ini memerlukan anggaran besar dan komitmen jangka panjang.

Namun, ia kembali menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran vital dalam menjaga kebersihan dan kelancaran saluran air di lingkungan masing-masing.

“Kalau warga membangun rumah, drainase juga harus dipikirkan. Jangan asal bangun, tapi malah bikin aliran air tersumbat,” tegasnya.

Yusuf berharap seluruh pemangku kepentingan bersatu mengatasi persoalan banjir, mengingat posisi Balikpapan yang sangat vital dalam mendukung keberhasilan IKN. (H/Adv)

Related posts