PHKT Jaga Keandalan Energi Lewat Inovasi “Gurita Emas” di SPM Santan

HARIANPPU.ID, BALIKPAPAN- PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil menyelesaikan pekerjaan penggantian selang bawah laut (subsea hose) pada fasilitas Single Point Mooring (SPM) Terminal Santan, Kalimantan Timur, lebih cepat lima hari dari target awal. Pekerjaan strategis tersebut dilakukan tanpa insiden dan tanpa mengganggu kegiatan lifting minyak mentah yang tengah berjalan.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi PHKT dalam Semester I 2025 sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan infrastruktur energi nasional.

Read More

General Manager Zona 10 PHKT, Yoseph Agung Prihartono, menegaskan bahwa SPM Santan memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional.

“Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kesolidan pelaksanaan proyek, tetapi juga menjadi bagian dari misi strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Yoseph, dalam keterangannya, Rabu (23/7/2025).

Selang bawah laut merupakan salah satu komponen kritis dalam rantai pasok migas. Dengan keberhasilan penggantiannya, distribusi energi dari Kalimantan Timur ke berbagai wilayah Indonesia dapat tetap berlangsung secara andal dan aman.

Proyek Kompleks, Zero Incident

Pekerjaan penggantian selang dilakukan di tengah kondisi laut yang dinamis dan tantangan teknis yang tinggi. Untuk menjawab kompleksitas tersebut, PHKT menerapkan pendekatan kerja inovatif bertajuk “Gurita Emas” akronim dari Gerak Cepat, Utamakan Keselamatan, Refurbishment SPM, Inovasi, Teknologi, dan Akurasi Proses yang Andal.

Baca Juga :  Cegah DBD, Pemdes Bangun Mulya bersama WKP Lakukan Fogging

Pendekatan ini mengadopsi filosofi gurita yang dikenal cepat, presisi, dan adaptif terhadap tekanan ekstrem di lingkungan bawah laut.

“Seluruh rangkaian pekerjaan mulai dari inspeksi, pengurasan, hingga penggantian subsea hosedilaksanakan secara presisi tanpa mengganggu lifting,” ujar Yoseph.

Keberhasilan pelaksanaan proyek, lanjutnya, tidak lepas dari koordinasi lintas fungsi yang solid, pengendalian risiko yang disiplin, serta pengawasan ketat terhadap aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).

Kolaborasi dan Nilai AKHLAK

SPM Santan merupakan fasilitas vital dalam sistem lifting minyak mentah di Kalimantan Timur. Fasilitas ini melayani operasi migas dalam skema Joint Operating Agreement (JOA) bersama PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, serta blok-blok migas lainnya, termasuk yang dikelola oleh ENI.

Dengan peran krusial tersebut, keandalan dan keselamatan operasional menjadi prioritas utama PHKT.

“Kami percaya bahwa dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan integritas, setiap langkah kami di lapangan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar Yoseph.

Keberhasilan proyek ini juga mencerminkan implementasi nilai-nilai AKHLAK Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang menjadi fondasi budaya kerja Pertamina.

Capaian ini memperkuat posisi PHKT sebagai operator migas yang andal dan menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi ketahanan energi nasional.

“Dari laut Kalimantan Timur, semangat kolaborasi dan inovasi terus menyala untuk mengalirkan Energi Kalimantan untuk Indonesia,” tutup Yoseph. 

SUMBER : PHI

Related posts