Dirjen PPVP Gelar Rapat Penyusunan Kajian Business Case Pengembangan BLK IKN

HARIANPPU.ID, PENAJAM- Direktorat Jenderal(Ditjen) Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas ( PPVP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI mengadakan rapat penyusunan kajian business case pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (19/12/2023).

Dalam rangka percepatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan merata, melalui kebijakan 9 lompatan Kemenaker yang salah satunya program transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) maka perlu di buat kajian business case untuk pengembangan BLK IKN.

Menurut keterangan Tim Konsultan Ganendra Jaya Wijakta (Ganakta) Bogor, Ghozi M Fatih, bahwa kajian awal dalam penyusunan studi kelayakan (feasibility studies) dalam rencana pembangunan Balai Latihan Kerja di IKN.

“Implementasi kajian ini yang akan menjadi acuan dalam pengambilan keputusan pendirian BLK yang inovatif dengan tematik Green Smart Training Center berkelanjutan, “kata Ghozi M Fatih.

Lanjut Ghozi menerangkan bahwa untuk melengkapi kajian tersebut harus ada pemenuhan data yang sangat dibutuhkan dari setiap instansi pemerintah sebagai dasar pendukung dalam melakukan kajian tersebut.

” Pelaksanaan kajian ini kolaborasi antara Direktorat Bina Kelembagaan Vokasi Kemenaker RI dengan Ganendra Jaya Wyakta”, ungkapnya.

Baca Juga :  Pj Bupati PPU Memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja OPD

Sementara di waktu yang sama Kepala Dinas Nakertrans PPU M.Sukadi Kuncoro, menyambut baik dan memberikan apresiasi yang positif terhadap rencana pembangunan PPVP.

Hal ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan SDM khususnya di IKN.

“Karena ini bagian dari program daerah untuk mengantisipasi jangan sampai masyarakat lokal menjadi penonton di rumah sendiri,” ungkapnya.

Kuncoro juga menambahkan bahwa Dinas Nakertrans juga sudah banyak sekali melaksanakan program pelatihan untuk peningkatan SDM.

Di tahun 2023 ini selalu mengirimkan warga PPU ke balai pelatihan di Samarinda dan Balikpapan, kemudian ada di Serang Banten, Cepu dan  Paser.

Kuncoro juga berkeinginan kegiatan untuk balai pelatihan harus juga sesuai dengan keinginan pasar kerja.

” Jangan sampai program pelatihan yang dilatih tidak sesuai

Yang diharapkan akhirnya pasar menolak,” ujarnya.

Kuncoro berharap dengan adanya balai ini bisa membantu pemerintah daerah, terutama membantu masyarakat yang ada di IKN dan sekitarnya.

Rapat koordinasi ini selain mempresentasikan prospek pembangunan jenis pelatihan kejuruan berbasis vokasi ada juga presentasi model pengelolaan BLK IKN oleh Fredian Tonny dari Ganakta dan diakhiri dengan diskusi oleh seluruh peserta. (ADVERTORIAL)

Related posts